Sebelumnya, Mas’ud juga menyampaikan bahwa seluruh atlet telah menjalani program latihan secara konsisten sebelum mengikuti kejuaraan nasional tersebut. Intensitas latihan dilakukan lima kali dalam sepekan untuk memaksimalkan potensi.
Pola latihan rutin menjadi bagian dari sistem pembinaan yang diterapkan selama ini. Sehingga, para atlet tidak perlu memulai persiapan dari awal ketika ada agenda kejuaraan, melainkan hanya melakukan penyempurnaan strategi dan teknik.
“Latihan kami berjalan terus secara rutin. Ada atau tidak ada kejuaraan, atlet tetap berlatih. Jadi saat ada event seperti ini mereka tinggal mematangkan persiapan,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi, kejuaraan di Purbalingga juga dimanfaatkan sebagai ajang uji kemampuan menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada awal September 2026.
“Kejuaraan ini kami jadikan try out. Dari sini kami bisa melihat sejauh mana perkembangan atlet, terutama dari sisi mental bertanding dan kemampuan teknik yang nantinya menjadi bahan evaluasi sebelum Popda,” jelas Mas’ud. ***
