KUDUS, ZONANEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus menyayangkan penampilan dancesport dalam acara KONI Award 2025 yang dinilai terlalu erotis. Terlebih, tarian tersebut ditampilkan di Pendapa Kabupaten Kudus.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto mengaku kaget melihat banyaknya video yang beredar di media sosial, di mana memperlihatkan penampilan tari yang dinilai terlalu erotis. Termasuk pakaian yang dikenakan oleh sang penari.
“Pendapa ini kan tempatnya sangat sakral lah. Tidak untuk tempat ya untuk kayak itu (dancesport) kurang pas. Kan ada yang lain yang bisa ditampilkan di situ,” ujar Mardijanto, Selasa, 30 Desember 2025.

KONI Award digelar sebagai ajang penghormatan bagi para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, serta berbagai elemen yang konsiste mendorong kemajuan olahraga. Acara berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025 malam tadi.
Namun sayangnya, penampilan dancesport dinilai tidak sesuai lantaran diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Kudus. Terlebih, Kudus dikenal sebagai Kota Santri. Tentunya penampilan tersebut tidak sejalan dengan julukan milik Kudus.
“Maaf saja, Kudus ini adalah kota santri. Ada dua sunan di Kudus, Sunan Muria dan Sunan Kudus,” tandasnya.
