Lebih lanjut, program ini akan pihaknya gelar secara rutin setiap bulan sekali atau dua minggu sekali ke sekolah-sekolah.
“Jadi untuk penindakan negatif. Jadi memang kita mengedukasi dari sekolah ke sekolah. Program itu akan kami lakukan secara rutin,” ucapanya.
Dari hasil pendataan yang di lakukan di perkirakan sekolah, pihaknya masih menjumpai banyak kendaraan yang menggunakan knalpot brong.
Meskipun menjumpai kendaraan tidak standar, pihaknya hanya memberikan edukasi kepada para pelajar di Kudus. Terkait penyelesaian temuan knalpot brong, pihaknya menyerahkan semuanya ke pihak sekolah masing-masing.
“Yang disasar, yang menggunakan knalpot brong utamanya, termasuk kelengkapan yang lain. Hasilnya masih lumayan banyak,” imbuh dia.***
