Abadikan Caping Kalo, Nojorono Kudus Persembahkan Tari Cahya Nojorono

Penampilan Tri Cahya Nojorono di Pendapa Kabupaten Kudus. (MIA)

Penari yang terlibat dalam koreografi Tari Cahya Nojorono merupakan karyawan Nojorono Kudus yang digembleng langsung oleh sang maestro tari Didik Ninik Thowok.

Bentuk formasi yang terdiri dari 3 dan 2 penari yang menandakan tahun berdirinya Nojorono Kudus di tahun 1932, dan diakhiri dengan formasi penari akhir, yang terdiri dari 14 dan 10 penari yang mewakili tanggal dan bulan dikukuhkannya Nojorono Kudus, yakni 14 Oktober.

“Mayoritas penari terbilang pemula. Kami dilatih keras oleh Mas Didik, mengulang setiap gerakan puluhan bahkan ratusan kali, tentunya latihan ini memberikan pengalaman berharga yang tak akan terlupakan bagi setiap kami, ” ucap Robertus Ipong Sumantri, salah satu penari.

Bacaan Lainnya

Direktur PT Nojorono Tobacco International, Arief Goenadibrata mengatakan, Nojorono Kudus berkomitmen untuk memberdayakan siapapun yang ingin mempelajari warisan sejarah khas Kudus yaitu caping kalo.

“Kami berharap Tari Cahya Nojorono ini dapat dinikmati menjadi suatu mahakarya indah dan dapat ditampilkan sebagai sumbangsih peran Nojorono dalam pelestarian budaya Indonesia,” katanya.

Tari Cahya Nojorono diharapkan dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat semua usia, dan mendorong semangat setiap individu tergerak melestarikan warisan budaya.

Sementara itu, sang maestro tari tanah air, Didik Ninik Thowok mengaku bahwa dalam mempersiapkan tarian ini, Ia secara khusus mengambil peran sepenuhnya. Ia ingin menularkan ke generasi penerus bahwa mencintai budaya bisa dilakukan lewat cara apapun, termasuk menari.

“Kita ini punya PR banyak, menyadarkan masyarakat kita tentang masih lemahnya belajar sejarah dan melesatarikan budaya kita. Khusus caping kalo ini, memang saya tangani sendiri,” ujarnya.