“Jangan melihat penghargaan ini hanya sebagai sebuah seremoni. Jadikan apa yang telah diraih oleh rekan-rekan kita sebagai motivasi dan contoh bahwa setiap kerja keras, dedikasi dan pengabdian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan apresiasi,” ujarnya.
Meski demikian, AKBP Wahyu mengingatkan agar penghargaan tidak menjadi tujuan utama personel dalam menjalankan tugas. Ia meminta seluruh anggota tetap mengedepankan integritas, profesionalisme, dan etika.
“Saya berharap seluruh anggota tidak bekerja semata-mata untuk mendapatkan penghargaan. Jaga nama baik institusi, jaga sikap dan perilaku, serta hindari segala bentuk pelanggaran,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak seluruh personel untuk menghadirkan pelayanan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
“Mari kita bekerja dengan hati, bekerja dengan profesionalisme dan selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian dan ladang amal ibadah,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu penerima penghargaan dari unsur masyarakat adalah Toto Gojali. Ia mendapat apresiasi karena dinilai telah menjadi mitra Polri dalam membantu kelancaran arus lalu lintas.
Pemberian penghargaan kepada masyarakat tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi Polres Kudus terhadap kontribusi warga dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Melalui penghargaan ini, Polres Kudus mendorong agar budaya kerja yang mengedepankan kinerja, profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik terus diperkuat.
Tak hanya personel kepolisian, keterlibatan masyarakat juga dinilai memiliki peran dalam membantu menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kudus.***
