Selain menunjukan berbagai hasil usaha, Kemandirian Pondok Pesantrean juga akan dimeriahkan dengan penampilan kreasi seni dari masing-masing perwakilan kabupaten.
“Acara ini menjadi sarana bagi para santri, untuk menunjukan kemandirian para santri, agar sumber daya ekonomi pondok pesantren lebih kuat dan berkelanjutan” jelasnya.
Ahmadi menyampaikan, IAIN Kudus telah menyiapkan kuota sebanyak 28 stand bagi para pondok pesantren secara gratis dalam penyelenggaraan dan penyediaan sarana expo, kepada 6 kabupaten tersebut.
Dari 28 kuota yang disediakan oleh IAIN Kudus, karena animo respon pondok pesantren sangat besar sehingga ada peserta expo secara mandiri 3 expo yaitu dari Grobogan dan Kudus.
“Peserta expo mandiri artinya peserta tersebut menyiapkan tenda dan perangkat sendiri dari swadaya pondok pesantren,” ucap Kepala UPT Pondok Ma’had Al Jam’iah IAIN Kudus tersebut.
Pihaknya pun mengundang seluruh masyarakat untuk dapat datang, menyukseskan dan menyemarakkan Expo Kemandirian Pondok Pesantren di IAIN Kudus pada 18-20 Oktober 2023. ***
