154 Atlet Berebut Gelar Juara Ju-jitsu PON Bela Diri Kudus 2025, Tandingkan 15 Nomor

Pertandingan Ju-jitsu di PON Bela Diri Kudus 2025. (Foto: Istimewa)

“PBJI ada di 25 provinsi di Indonesia, tinggal beberapa lagi yang memang harus kami persiapkan,” ungkapnya.

Dedy menjelaskan, ju-jitsu merupakan seni bela diri kuno yang telah ada sejak 230 SM dan mulai masuk ke Indonesia pada 1940-an melalui di masa penjajahan Jepang.

Sejak saat itu, ju-jitsu tradisional berkembang pesat di Tanah Air hingga era 1980–1990-an, dan pada 2000-an mulai beradaptasi dengan gaya Brazilian ju-jitsu.

Bacaan Lainnya

PBJI berperan menyatukan seluruh unsur ju-jitsu, baik tradisional maupun Brazilian, dalam satu wadah pembinaan nasional.

“Kami membentuk wadah resmi pada 2017 dan dilantik oleh Ketua KONI pada saat itu. Meski tergolong seumur jagung, organisasi ini telah mencatat kiprah gemilang dengan dua kali tampil pada Asian Games, tiga kali pada SEA Games, satu kali pada PON, satu kali di Asian Youth Games, serta berpartisipasi dalam sejumlah kejuaraan internasional lainnya,” papar Dedy, seraya menyatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut cabang olahraga ju-jitsu sebagai salah satu cabang olahraga elite.

Pada kesempatan tersebut Dedy menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat atas suksesnya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, sekaligus berpesan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjauhi segala bentuk subjektivitas, dengan mengedepankan nilai objektif dalam setiap pertandingan.

“Kami harapkan, melalui PON Bela Diri Kudus 2025 ini bisa melahirkan para atlet-atlet yang berprestasi. Itulah menjadi aset kami, karena kami hanya bermodalkan atlet yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri,” pungkasnya. ***