“Yang dikaji kita lebih memilih fosil yang lengkap atributnya yang jarang atau langka, punya nilai penting tinggi, asli atau tidak, dan melihat lokasinya karena ada warga yang angkat sendiri,” tambahnya.
Pihaknya melanjutkan, dalam setahun rata-rata ada sekira 10 hingga 20 fragmen fosil yang ditemukan di Situs Purbakala Patiayam. Mayoritas fosil yang ditemukan ialah fauna lingkungan darat, seperti gajah purba.
“Kalau tahun ini belum ada, biasanya itu menjelang akhir tahun pas musim hujan, karena itu kan terjadi erosi. Kalau tahun kemarin cukup sedikit, hanya sekitar 15-20 fragmen fosil yang ditemukan,” tuturnya.
Saat ini, masih ada beberapa laporan penemuan fragmen fosil yang ditemukan oleh warga, namun belum tertangani. Sehingaa penemuan tersebut saat ini masih berada di rumah warga di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Untuk diketahui, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus telah melakukan Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Situs Purbakala Patiayam pada Senin, 24 Juli 2023. Pada kegiatan itu, ada sebanyak 66 koleksi fragmen fosil yang telah diseminarkan, untuk nantinya akan mewarnai ruang display museum tersebut. ***
